jenis rumput lapangan sepakbola

Mari Kita Mengenal Jenis Rumput Lapangan sepak bola Liga Indonesia

Meskipun memiliki label ‘atlet’, dan lebih sering mengandalkan kedua kaki ketimbang tangan, seorang pesepakbola faktanya juga bisa dikatakan seniman, hanya saja jika seorang artis membutuhkan panggung untuk mengekspresikan karya mereka, lain halnya dengan pemain sepak bola yang butuh Lapangan untuk mengeluarkan karya terbaik mereka dalam sepak bola. Lapangan sendiri merupakan salah satu unsur terpenting dalam sepak bola, tanpanya para pemain sepak bola tidak akan bisa melangsungkan pertandingan.

Berbeda Level Pertandingan, Berbeda Juga Lapangannya

Lapangan sepak bola adalah elemen yang sangat penting dan wajib dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Adapun, bagi pemain sepak bola amatir, anak-anak pinggiran kota yang bermain sepak bola hanya sekedar hiburan dan mencari keringat saja, bermain sepak bola tidak harus di lapangan rumput yang luas, asal bidangnya datar dan cukup luas, pertandingan bisa dimulai, bahkan banyak juga yang memanfaatkan jalan raya sebagai tempat bermain.

Akan tetapi, ketika sudah berbicara tentang pertandingan resmi nan professional, tentu saja membutuhkan lapangan yang luas, menggunakan rumput hijau, yang jelas harus sesuai dengan standar FIFA.

Meski Sama-sama Rumput, Jenis Rumput Lapangan Bola Berbeda Jenis

Lapangan sepak bola di Liga Indonesia pada pertandingan resmi harus menggunakan rumput, bukan Vinyl seperti lapangan basket, atau pasir pantai seperti voli pantai. Penggunaan rumput dalam lapangan sepak bola karena sejumlah alasan, termasuk menghindari luka goresan yang terjadi pada pemain, memudahkan pemain saat berlari, dan mengingat sepak bola adalah olahraga outdoor, penggunaan rumput bisa mencegah licin saat terjadi hujan.

Dalam standar Internasional, rumput yang digunakan pada lapangan sepak bola harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh FIFA. Nah sejauh ini, ada empat macam jenis rumput lapangan sepak bola yang diperbolehkan oleh FIFA, apa saja ?

Mengenal Jenis Rumput Pada Lapangan sepak bola

Sebelum masuk pada beberapa jenis rumput yang biasa di pakai hampir semua stadion bola di dunia dan termasuk salah satunya adalah Stadion Gelora Bung Karno Senayan (GBK).

Selain itu, banyak juga di stadion lainnya yang biasa di gunakan untuk kompetisi Liga Indonesia sudah menggunakan standar rumput FIFA.

Salah satu stadion bola tanah air yang sudah menggunakan standar rumput internasional adalah Stadion Geloran Bandung Lautan Api, dimana stadion ini merupakan kandang dari Persib Bandung.

Manajer Persib, Umuh Muchtar juga memberikan apresiasi besar kepada tim Persib bahwa mulai sekarang kandang mereka memiliki kualitas rumput internasional.

Selain itu manajer yang hobi mengoleksi mobile mewah seperti Lamborghini Veneno Roadster itu juga sempat berkeliling stadion dengan menggunakan mobil mewahnya itu.

  • Zoysia Matrella
Jenis rumput lapangan bola Zoysia Matrella

Pada urutan pertama ada Rumput Zoysia Matrella, atau yang juga dikenal dengan istilah Rumput manilla. Rumput ini sangat cocok digunakan pada lapangan sepak bola, pasalnya tekstur pada rumput Zoysia ini tidak kasar, ujungnya yang runcing dan elastisitasnya yang bagus juga menghindari pemain bola dari lecet saat melakukan gerakan tertentu. Tak hanya itu, rumput yang satu ini juga memiliki akar yang kuat, warnanya juga lebih hijau pekat dibandingkan dua jenis rumput alami yang lain. Tak heran, rumput ZM ini banyak digunakan sejumlah stadion besar Eropa, dan rumput ini juga dipakai Stadion Gelora Bung Karno. Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, Rumput ZM ini juga punya kekurangan, tak lain harganya yang relatif lebih mahal dibandingkan rumput jenis lain.

  • Cynodon dactylon
Jenis Rumput Lapangan Bola Cynodon dactylon

Sebenarnya, rumput jenis Cynodon dactylon ini lebih banyak digunakan lapangan golf, karena teksturnya yang sangat bagus, cenderung halus dan mempermudah laju bola seperti rumput ZM, hanya saja akar rumput CD ini tidak sekuat rumput ZM, mudah terkelupas. Meski demikian, tidak sedikit juga klub-klub eropa yang menggunakan rumput ini karena biayanya murah dan perawatannya juga mudah.

  • Axonopus compressus

Ketiga ada rumput jenis AC atau Axonopus compressus, jika dibandingkan dengan dua rumput lainnya, bisa dikatakan rumput jenis AC ini memiliki kekuatan yang paling lemah, cepat rusak jika tidak dirawat dengan baik. Namun, karena biaya perawatannya cenderung lebih murah, banyak klub-klub Indonesia yang menggunakan rumput ini.

  • Rumput sintetis

Dan yang terakhir adalah Rumput Sintetis atau rumput buatan yang terbuat dari bahan plastik yang elastis. Jika dibandingkan tiga rumput alami di atas, biaya perawatan rumput sintetis adalah yang paling murah, dan rumput jenis ini juga lebih tahan lama, hanya saja teksturnya yang kasar membuat pemain sepak bola rawan mendapati lecet pada kaki mereka jika ada gesekan langsung dengan kulit kaki. Meski begitu, FIFA sendiri tidak melarang penggunaan rumput sintetis ini.